
AHLI WARIS
Thriller misteri Nusantara tentang Solowatu, Alexandria Sienna, Borobudur, dan sebuah warisan yang bukan sekadar garis keturunan.
Daftar bab

Aku tidak membuka pintu. Usia memberi manusia satu kemampuan yang tidak dimiliki ketika delapan belas tahun. Curiga. “Abdi siapa?” Suara dari luar menjawab. “Kalau daftar itu sudah dibaca, Anda tahu.” “Saya juga tahu ada tujuh orang di daftar.”…

Aku membawa batu itu ke sekolah. Keputusan bodoh. Tapi manusia umur delapan belas tahun memang belum terkenal karena kemampuan mitigasi risiko. Batu kubungkus kain dan kusimpan di dasar tas. Niat awalnya sederhana. Aku ingin mencari buku aksara Jawa…

Orang mati kadang punya selera humor buruk. Ayah salah satunya. Permintaan terakhirnya sederhana: kalau meninggal, jasadnya harus pulang ke tanah kelahirannya di Candimulyo, Magelang. Sederhana bagi orang mati. Yang repot tentu yang masih hidup. Maka pulanglah kami. Aku…

Kalau cinta pertama bisa dihitung secara matematis, mungkin rumusnya sederhana: semakin keras dua orang berusaha terlihat biasa, semakin jelas mereka sedang jatuh cinta. Aku dan Sina ahlinya. Kami tidak pernah jadian. Istilah itu bahkan terasa terlalu resmi. Tidak…

Sina tidak langsung mati. Itu kabar baik. Setidaknya selama beberapa jam pertama, kami semua memegang kabar itu seperti orang tenggelam memegang kayu. Rumah sakit terdekat penuh bau antiseptik dan suara sandal tergesa. Aku duduk di depan ruang tindakan.…

Sina sadar hari ketujuh. Aku datang pagi-pagi. Bawa jeruk. Tidak penting sebenarnya. Orang kalau gugup suka bawa buah. Keluarganya sudah di sana. Aku belum pernah bertemu mereka. Ibunya tinggi. Kulit terang. Wajah lelah. Ayahnya lebih banyak diam. Mereka…

Aku masih datang. Hari kesepuluh. Hari keempat belas. Hari kedua puluh. Kadang Sina mengingat wajahku. Kadang tidak. Kadang dia tersenyum. Lalu lima menit kemudian bertanya siapa namaku. Manusia rupanya bisa kehilangan seseorang berkali-kali tanpa orang itu pergi ke…

Empat puluh tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk melupakan seseorang. Ternyata tidak. Cukup panjang untuk belajar tidak memikirkannya. Itu berbeda. Aku tahu karena pukul 02.17 pagi, ketika nama yang sudah puluhan tahun tidak kusebut muncul begitu saja…

Orang waras punya pilihan sederhana ketika menerima kabar bahwa perempuan yang menghilang empat puluh tahun lalu pernah mengirim surat tentang lukisan milik ayahnya. Mengabaikan. Tidur. Sarapan. Melanjutkan hidup. Aku memilih pilihan keempat. Mencari masalah. Dokumen datang sore itu.…